Rabu, 04 Desember 2013

Cara Download dan Install BBM di Android Gingerbread

Cara Download dan Install BBM di Android Gingerbread - Ini ada sebuah kabar gembira untuk kamu yang saat ini menggunakanAndroid 2.3 Gingerbread atau yang masih ber-OS ‘Roti Jahe’, bahwa sekarang perangkat kamu bisa menikmati dan ikut merasakan BBM Lintas Platform ini, walauun berdasarkan keterangan dari pihak Blackberry Android yang bisa mengecap dan merasakan fitur ini adalah Android Ice Cream Sandwich 4.0 ke atas atau Android 4.0 ke atas dan Apple iOS 6.0. Adapun alasan dari pihak Blackberry adalah karena Spesifikasi dari Android versi 2.3 ini masih kurang mumpuni. Namun jangan berkecil hati dulu, seperti yang saya bilang diawal, ada kabar gembira buat kamu yang menggunakan versi ini.
Cara Download dan Install BBM di Android Gingerbread
Sebuah kemunitas pengembang aplikasi mobile yaitu Xda Developer mengumumkan kehadiran Aplikasi BBM for Android 2.3 Gingerbread, mereka akan selalu berekprimen agar aplikasi besutan mereka ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin, seperti halnya aplikasi dari versi resminya. Namun pada perangkat ini kita harus melakukan sedikit kustomisasi, tidak seperti BBM atau Blackberry Messenger yang versi aslinya. Aplikasi BBM for Gingerbread ini bukanlah aplikasi resmi, untuk bisa menggunakan aplikasi ini kita harus root pada perangkat ini, sebelum kita melakukan instalasi BBM Gingerbread Android 2.3 ini. Berikut adalah persyaratan perangkat kita supaya bisa menginstall BBM Android Gingerbread/ Syarat melakukan install BBM untuk Android Gingerbread :
  • Prosesor perangkat minimal single-core dengan kcepatan 1GHZ dan RAM 512MB
  • Perangkat Android Gingerbread kita harus telah di Root
  • Terdaftar untuk mendapatkan Blackberry ID

Cara Download BBM untuk Gingerbread :
Silahkan Download atau Unduh BBM for Android di http://www.apkdrawer.com/bbm-apk/ atau melalui http://android.sc/download-bbm-apk-for-android-1-0-0-72/, silahkan copykan link tersebut di tab baru (maaf saya tidak langsung meng_linkkan itu, karena saya terlalu banyak link keluar)

Cara Instalasi Aplikasi BBM untuk Android Gingerbread :
  • Setalah di-Download, Silahkan lakukan Instalasi BBM Android untuk Gingerbread anda
  • Lakukan Ekstarak file APK dari BBM untuk menggunakan Aplikasi pengekstrak yang anda punya
  • Copykan secara manual folder lib dari APK tadi yang barusan kamu Ekstark ke folder system/lib
  • Selanjutnya atur permission folder yang kamu copy tadi dengan parameter rw-r-r (read, write, read, read) dengan cara menekan agak lana folder yang dicoy hingga muncul pilihan yang mana permission satu-satunya.
  • Selanjutnya penginstallan selesai, silahkan anda jalankan Aplikasi BBM for Android 2.3 Gingerbread, tapi tak semua perangkat kompatibel dengan cara ini.

Cara Install BBM Install BBM di Android Gingerbread ini memang agak sulit dibanding dengan Aplikasi BBM versi aslinya, atau menginstall Aplikasi BBM di Android 4.0 keatas. Namun walaupun cara ini cukup sulit dan menyita banyak waktu anda, kalau anda penasaran dan mau mencobanya silahkan anda lakukan cara-cara diatas. Walaupun keberhasilannya juga ditentukan dan dipengaruhi oleh perangkat yang digunakan. Namun XDA Developer sebagai pembesut Aplikasi ini,, menyetakan bahwa merekan akan selalu dan terus berekperimen hingga nantinya Aplikasi Android 2.3 Gingerbread ini dapat digunakan layaknya versi aslinya dari Aplikasi BBM for Android ini.
Nah itu tadi informasi Cara Download dan Install BBM di Android Gingerbread yang dapatGadgetKitau bagikan pada kesempataj ini, semoga bermanfaat,

http://gadgetkitau.blogspot.com/2013/11/cara-download-dan-install-bbm-di-android-gingerbread.html

Aplikasi Penghemat Baterai BlackBerry

AplikasiTerbaru.Com - Aplikasi Penghemat Baterai BlackBerry. Bosan dengan masalah blackberry yang sering mengganggu sobat pengguna BB ? Nah jangan khawatir, karena padaAplikasiTerbaru.Com sobat dapat menemukan berbagai artikel mengenai solusi untuk mengatasi masalah yang sering timbul pada smartphone blackberry. Nah, untuk ulasan kali ini kita akan membahas bagaimana caranya untuk terhindar dari masalah baterai blackberry yang cepat habis atau boros. BlackBerry memang smartphone canggih yang banyak digunakan oleh masyarakat modern masa kini. Akan tetapi bukan berarti sebagai salah satu gadget tercanggih tidak memiliki beberapa masalah internal seperti pada bagian baterai.
Aplikasi Penghemat Baterai BlackBerry
Mungkin sudah hal yang umum bahwa smartphone BlackBerry memiliki kelemahan pada bagian baterai. Hal tersebut dapat bermuara dari banyaknya aplikasi yang running pada sebuah device blackberry. Nah untuk mengatasinya sobat dapat menggunakan aplikasi penghemat baterai untuk BlackBerry seperti Aplikasi BlackBerry Battery Booster Max v.1.1.0. Nah, aplikasi ini dapat menjadi solusi untuk menghemat daya baterai blackberry sobat tanpa harus menutup aplikasi yang sedang berjalan.
Nah, bagi sobat yang ingin mencoba untuk menggunakan aplikasi ini sobat dapat mengunduhnya langsung pada AppWorld di ponsel blackberry sobat. Aplikasi BlackBerry Battery Booster Max v.1.1.0 ini juga sangat kompatibel utuk segala macam tipe OS BlackBerry.
Selain itu aplikasi BlackBerry Battery Booster Max v.1.1.0 ini juga memiliki size yang ringan sehingga sobat tidak perlu khawatir. Sekian ulasan mengenai Aplikasi Penghemat Baterai BlackBerry yang dapat saya sajikan untuk sobat. Semoga dapat bermanfaat.
Source :
aplikasi penghemat baterai blackberry,aplikasi penghemat batre blackberry,Aplikasi battery booster hp bb,aplikasi menghemat batrai smartphone blackberry,download penghemat battery blackberry,free download Battery Booster Max v 1 1 0,free Download Aplikasi Battery Booster Max v 1 1 0,download penghemat daya battery blackberry,download penghemat batre black berry,download penghemat baterai for bb

Posisi Tidur Pasien

Jenis-jenis posisi tidur
1.      Posisi supine (terlentang).
2.      Posisi fowler (setengah duduk) dengan kombinasi semi fowler dan high fowler.
3.      Posisi trendelenburgh
4.      Posisi prone (tengkurap)
5.      Posisi latera (miring)
6.      Posisi sims
7.      Posisi dorsal recumbent
8.      Posisi litotomi
9.      Posisi knee chest

A.    Posisi Supine
            Posisi supine adalah posisi pasien terbaring terlentang dengan kedua tangan dan kaki lurus dalam posisi horizontal.Posisi ini merupakan posisi yang paling lazim.

  • Tujuan:

            Posisi ini banyak digunakan pada pasien tirah baring (bedrest) untuk memberikan posisi yang nyaman dan pada perawatan tulang belakang.

  • Prosedur

1.      Memberitahu pasien
2.      Mencuci tangan
3.      Tempatkan pasien dalam posisi terlentang di tempat tidur
4.      Letakan bantal dibawah kepala
5.      Jika diperlukan,dapat ditempatkan :
a.       Handuk kecil dibawah spina lumbal apabila terdapat kontra indikasi
b.      Gulung handuk kecil/guling dibawah lutut sampai mengangkat tumit
c.       Papan menahan kaki dibawah telapak kaki pasien untuk mencegah pasien melorot
d.      Bantal dibawah lengan bawah yang telungkup untuk mempertahankan lengan atas sejajar tubuh.
6.       Merapikan tempat tidur.
7.      Mencuci tangan.

B.     Posisi Fowler

Posisi Fowler (setengah duduk) adalah posisi tidur pasien dengan kepala dan dada lebih tinggi dari pada posisi panggul dan kaki. Pada posisi semi fowler kepala dan dada dinaikan dengan sudut 30-45° sedangkan pada posisi higt fowler,posisi kepala dan dada dinaikan hingga 45-80°.

  • Tujuan

            Posisi ini digunakan untuk pasien yang mengalami masalah pernafasan dan pasien dengan gangguan jantung.

  • Prosedur

1.      Identifikasi kebutuhan pasien akan posisi fowler
2.      Jelaskan pada pasien tentang tujuan/manfaat dari posisi ini.
3.      Jaga privasi pasien
4.      Siapkan alat-alat
5.      Cuci tangan
6.      Buat posisi tempat tidur yang memudahkan untuk bekerja(sesuai dengan tinggi perawat)
7.      Sesuaikan berat badan pasien dan perawat,gungakan alat bantu pengangkat
8.      Kaji daerah-daerah yang mungkin tertekan
9.      Atur tempat tidur pada pisisi datar. Ambil semua bantal dan perlengkapan lain yang digunakan pada posisi sebelumnya.beri bantal pada tempat tidur pasien bagian atas.pindahkan pasien ke bagian atas tempat tidur. Ajak pasien bekerja sama.
a.       Tekut lutut pasien dan anjurkan untuk meletakan tangan di atas dadanya
b.      Letakan satu tangan perawat dibawah bahu pasien
c.       Angkat dan tarik pasien sesuai yang diinginkan,minta pasien untuk mendorong kakinya
d.      Yakini bahwa bokong pasien berada tepat pada sudut lekukan tempat tidur
10.  Naikan posisi tempat tidur bagian kepala 30-40° atau sesuai kebutuhan
11.  Letakan bantal kecil/lunak dibawah kepala
12.  Letakan bantal kecil/gulungan handuk didaerah lekuk pinggang jika terdapat celah kecil didaerah tersebut
13.  Letakan bantal kecil mulai dari bawah lutut sampai tumit
14.  Letakan guling disisi luar paha
15.  Letakan papan penghalang pada telapak kaki pasien
16.  Letakan bantal untuk mendukung lengan dan tangan jika pasien tidak dapat menggerakan lengan
17.  Evaluasi tindakan yang telah dilakukan dengan menilai rasa nyaman pasien
18.  Rapikan alat-alat dan cuci tangan
19.  Catat tindakan yang telah dilakukan

C.     Posisi Trendelenburg

Posisi trendelenburg adalah posisi tubuh terlentang dengan bagian kepala dan dada lebih rendah dari pada kaki.


  • Tujuan

1.      Agar darah lebih banyak mengalir kekepala pada keadaan shock dan hipotensi
2.      Unntuk memudahkan operasi didaerah perut
3.      Untuk memudahkan perawatan dan pemeriksaan tertentu
Persiapan alat
·         Untuk tempat tidur yang dapat diatur ketinggian bagian atas atau bawah,tidak diperlukan alat
·         Dua potong balok yang sama tinggi untuk meninggikan bagian kaki tempat tidur untuk tempat tidur biasa.


  • Prosedur

            Turunkan bagian kepala tempat tidur atau tinggikan bagian kaki tempat tidur dengan mengganjal kedua kaki tempat tidur dengan balok yang sama tinggi. Yang harus diperhatikan:
Keadaan umum pasien, seperti nadi, tekanan darah, suhu, pernapasan, dan ekspresi wajah.



D.    Posisi Prone
Posisi prone adalah posisi pasien telungkup dengan kepala menghadap ke samping.


  • Tujuan

Mencegah kotraktur fleksi pada bokong dan lutut. Meningkatkan drainase dari mulut, oleh karena itu sangat bermanfaat untuk pasien pascaoprasi mulut dan tenggorokan. Kerugian dari posisi ini adalah menyebabkan lordosis lumbal dan lateral rotasi pada leher.


  • Persiapan Alat

·         Tiga buah bantal

  • Prosedur

1.      Kaji kebutuhan pasien akan posisi prone.
2.      Lakukan prosedur 2-7 seperti pada posisi fowler.
3.      Kaji daerah yang mungkin tertekan pada posisi ini, seperti jari-jari, lutut, genital (pada laki-laki), payudara (pada perempuan), prosessus akromius bahu, pipi, dan telinga.
4.      Atur tempat tidur pada posisi datar. Ambil semua bantal dan perlengkapan lain yang digunakan pada posisi sebelumnya. Letakkan bantal pada tempat tidur bagian atas. Atur posisi pasien pada bagian atas tempat tidur. Ajak pasien bekerja sama.
a.       Tekuk lutut pasien dan anjurkan untuk meletakkan tangan di atas dada.
b.      Letakkan satu tangan di bawah bahu pasien dan tangan yang lain di bawah paha pasien.
c.       Angkat dan tarik pasien sesuai yang diinginkan, mintalah pasien untuk mendorong kakinya.
5.      Miringkan pasien dengan lengan diposisikan dekat ke tubuhnya, siku lurus dan tangan di atas pahanya. Posisikan tengkurap di tengah tempat tidur yang datar.
6.      Hadapkan kepala pasien ke satu sisi, letakkan bantal kecil di bawah kepala, tetapi tidak sampai bahu.
7.      Letakkan bantal kecil di bawah perut mulai dari diafragma sampai Krista iliaka.
8.      Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari mulut hingga tumit.
9.      Evaluasi tindakan yang telah dilakukan dengan menilai rasa nyaman pada pasien.
10.  Rapikan alat-alat dan cuci tangan.
11.  Catat tindakan yang telah dilakukan.

E.     Posisi Lateral
Posisi Lateral adalah posisi pasien berbaring miring pada satu sisi tubuh.

  • Tujuan

Posisi ini baik digunakan untuk pasien yang membutuhkan istirahat atau tidur yang baik. Posisi lateral juga menghilangkan tekanan pada sakrum dan tumit.

  • Prosedur

1.      Identifikasi kebutuhan pasien akan posisi lateral.
2.      Lakukan prosedur 2-7 seperti pada posisi flower.
3.      Kaji daerah-daerah yang mungkin tertekan pada posisi tidur ini, seperti ischium, telinga bawah, pipi, lateral maleolus tumit bawah, medial maleolus tumit atas, dan trokanter major.
4.      Atur tempat tidur pada posisi datar. Ambil semua bantal dan perlengkapan lain yang digunakan pada posisi sebelumnya. Letakkan bantal pada tempat tidur pasien bagian atas. Atur posisi pasien pada bagian atas tempat tidur. Ajak pasien bekerja sama.
a.       Tekuk lutut pasien dan anjurkan untuk meletakkan tangan di atas dadanya.
b.      Letakkan satu tangan anda di bawah paha pasien.
c.       Angkat dan tarik pasien sesuai yang diinginkan, mintalah pasien untuk mendorong kakinya.
5.      Bantu pasien miring
6.      Letakkan bantal di bawah kepala dan leher.
7.      Atur posisi bahu di bawah sedikit fleksi dan agak condong ke depan, lengan atas didukung dengan bantal setinggi bahu.
8.      Letakkan bantal yang keras pada punggung pasien untuk menstabilkan posisi.
9.      Letakkan dua atau lebih bantal di antara kedua kaki pasien dengan posisi kaki sebelah atas semifleksi. Bantal harus menyangga tunggkai dengan baik, dari lipat paha hingga kaki.
10.  Evaluasi tindakan yang telah dilakukan dengan menilai rasa nyaman pada pasien.
11.  Rapikan alat-alat dan cuci tangan.
12.  Catat tindakan yang telah dilakukan.

  • contoh gambar





Posisi Semi Fowlers

KRITERIA UNJUK KERJA
( KUK )
MENGATUR POSISI FOWLER DAN SEMI FOWLER
Pengertian :     memberikan posisi setengah duduk dan duduk pada pasien
Tujuan :           Memberikan kenyamanan pada pasien, Memberikan ekspansi paru
Indikasi :         pada pasien yang mengalami sesak nafas
Prosedur
A.    Tahap prainterakasi
1.      Memastikan kembali identitas pasien
2.      Mengkaji keluhan dan tanda sesak nafas
3.      Mempersiapkan peralatan :
     a.       Bantsl 2-5 buah
     b.      Sandaran atau punggung ( regestin ) k/p
     c.       Masker
     d.      Sarung tangan
4.      Seluruh peralatan diletakan ditroli atau tempat yang bersih dan diatur rapi
5.      Mebjaga perivacy pasien dan keluarga

B.     Tahap orientasi
1.      Memberikan salam kepada pasien
2.      Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan
3.      Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
4.      Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
5.      Meminta pasien untuk bekerja sama selama tindakan berlangsung

C.     Tahap kerja
1.      Perawat mencuci tangan
2.      Perawat memakai masker dan memakai sarung tangan
3.      Mendekatkan peralatan kepasien
4.      Embantu pasien untuk duduk ditempat tidur
5.      Menyusun bantal dengan sudut ketinggian 3-40°, bila membutuhkan posisi yang lebih tegak diposisikan dengan sudut 60°
6.      Perawat berdiri disamping kanan menghadap kepasien
7.      Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut
8.      Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan kedua lengan
9.      Perawat menyangga pasien dengan cara tangan kanan perawat masuk ke ketiak pasien dan tangan kiri perawat menyangga punggung pasien
10.  Menganjurkan pasien untuk mendprong badanya kebelakang
11.  Melepas sarung tangan dan masker
12.  Merapikan kembali peralatan dan pasien
13.  Perawat mencuci tangan

D.    Tahap terminasi
1.      Mengevaluasi respon pasien
2.      Perawat menyampaikan informasi mengenai perawatan selanjutnya
3.      Mengakhiri kegiatan dan memberikan salam

E.     Dokumentasi
1.      Tulis tindakan yang sudah dilakukan
2.      Waktu
3.      Evaluasi
4.      Respon
5.      Paraf
6.      Nama perawat jaga


Pengertian Anastesi dan Type Anastesi

ANASTESI
1. Pengertian Anestesi
Anestesi berasal dari bahasa Yunani “an” yang berarti “ tidak, tanpa”  dan aesthētos, "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846.

2. Tipe Anestesi
          Anestesi Lokal Anastesi local atau zat penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan local merintangi secara reversible penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gatal – gatal, rasa panas atau dingin. Banyak persenyawaan lain juga memiliki daya kerja demikian, tetapi efeknya tidak reversible dan menyebabkan kerusakan permanen terhadap sel-sel saraf.
Anastesi local pertama adalah kokain, yaitu suatu alkaloid yang diperoleh dari daun suatu tumbuhan alang-alang di pegunungan Andes (Peru).  Anestesi local adalah pengurang rasa sakit di satu bagian kecil tertentu tubuh. Suntikan anestesi diberikan pada sekitar area yang akan di operasi untuk mengurangi rasa sakit. Anestesi juga dapat diberikan kepada pasien dalam bentuk salep atau semprotan. Sebuah anestesi lokal akan membuat pasien terjaga selama operasi berlangsung dan pasien akan merasakan mati rasa di sekitar daerah yang dioperasi.
          Anestesi Regional, anestesi jenis ini diberikan pada bagian sekitar saraf utama tubuh untuk membius bagian yang lebih besar pada tubuh pasien. Anestesi regional sering dipilih untuk meredakan nyeri saat persalinan normal ataupun caesar. Ada dua jenis anestesi regional, yaitu: Anestesi Peripheral adalah memberikan bius untuk menghambat rasa nyeri di sekitar saraf tertentu atau kelompok saraf. Anestesi ini sering digunakan untuk prosedur operasi pada tangan, lengan, kaki, dan wajah.  Anestesi Epidural dan Spinal adalah memberikan bius dekat sumsum tulang belakang. Anestesi ini paling cocok untuk prosedur operasi pada bagian perut, dada, pinggul, dan kaki.
          Anestesi Umum, Anastetika umum adalah obat yang dapat menimbulkan anastesia atau narkosa (yunan = tanpa, aesthesis = perasaan), yakni suatu keadaan depresi umum dari pelpagai pusat di SSP yang bersifat reversible, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan, sehingga agak mirip keadaan pingsan.  Anestesi ini akan membuat pasien sepenuhnya tidak sadar selama operasi sehingga pasien tidak menyadari dan merasakan sakit selama operasi dilakukan. Obat bius diberikan kepada pasien dengan cara disuntikan melalui pembuluh darah (intravena, atau IV) atau dengan cara diberikan melalui alat pernapasan. Bius yang digunakan berbentuk gas.
            Anestesi Epidural.  Pada anestesi epidural, dampak pembiusannya terjadi lebih lama dan dosisnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Semisal butuh tindakan darurat, dokter akan menambahkan dosis bius. Beberapa dokter lebih menyarankan anestesi epidural sebab biasanya tidak menimbulkan sakit kepala setelah persalinan usai
Anestesi Spinal.  Sedangkan anestesi spinal, durasi pembiusan terjadi selama pengaruh obat berlangsung, sehingga bila masih membutuhkan perpanjangan jangka pembiusan, anestesi ini akan disuntikan kembali. Dari segi harga, anestesi spinal lebih murah.

HUBUNGAN FISIKA DENGAN ILMU KESEHATAN

FISIKA DALAM ILMU KESEHATAN 

Definisi dari fisika kesehatan adalah: Ilmu yang menggabungkan 2 bidang kajian yaitu ilmu fisika dan ilmu kesehatan.
Adapun dalam kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa penerapan konsep dasar pada ilmu fisika untuk ilmu kesehatan yaitu:
1.      aplikasi pengukuran dan besaran pada ilmu kesehatan
       Mengukur : temperatur tubuh, tinggi badan, detalk jantung,denyut aliran darah .
       Slkal pengukur terkecil yautu skal terkecil yang ditunjukkan pada lat ukur.
       Batas toleransi pengukuranàketidak pastian
2.      Aplikasi Besaran Vektor pada Ilmu Kesehatan
       Besaran Vektor : Suatu besaran yang memiliki besar dan arah
               Ex: Mendorong temanàterjatuh dan terhempasà luka
       Penanganan besaran vektor beda dengan besaran scalar
       Penjumlahan besaran scalar cukup dengan menjumlahkan angka –angka dari besaran tersebut
3.      Aplikasi  Besaran Fisika Pada Ilmu Kesehatan
       Dunia kesehatan :
       kg (berat badan)
       °C ( temperatur tubuh)
       cm³(volume cairan yang akan disuntikkan kedalam tubuh)
       Contoh besaran Scalar : Pengukuran volume darah
       Bila dalam PMI terdapt 3 bungkus darah dg volume masing – masing 200 ml, maka jumlah total vo                darah adalah 200ml + 200 ml+200ml =600ml
       Perawat mendorong stretcher (untuk memindahkan pasien dari kamar1 ke 2)àbutuh gaya yang besar            yang dilakukan 2 orang perawat.
       Agar dorongan besar àke-2 perawat mendorong strecher kearah yang sama
4.      Konsep Tekanan Untuk menjelaskan Tekanan Pada Tubuh manusia
       Tekanan dalam dunia medis : milimeter mercuri atau disingkat dengan mmHg
       Tekanan atmosfir lingkungan kita = 760 mmHg
       Atmosfir mempunyai tekanan sebesar 1 atm. Jadi 1 atm=760 mmHg.
       Ada keadaan tertentu dimana tubuh memiliki tekanan relatif lebih kecil dari tekanan atmosfir (bernilai              negatif) Bernafas(menarik nafas): tekanan di dalam paru –paru <tekanan udara luar (atmosfir)à udara            dapat mengalir kedalam paru –paru
       Minum dengan sedotan : tekanan dalam mulut <tekanan atmosfir di sekitar gelas à air mengalir ke mulut
       Aliran darah dari jantung keseluruh tubuh
5.      Konsep Tekanan Dalam andung Kemih
       Adalah akibat adanya akumulasi (pertambahan terus menerus) volume air kencing (urine).
       Orang dewasa vol maks 500 ml dengan tekanan rata-rata 30 cmH2O, jika konsentrasi terjadi à tekanan        bisa sampai 150 cmH2O
       Tekanan dalam kandung kemih dapat diukur dengan catheter yang dilengkapi dengan sensor
       Tekanan kandung kemih dapat bertambah saat : batuk,duduk dan dalam keadaan tegang.
       Khusus wanita hamil tekanan bertambah dengan bertambahnya berat janin yg dikandungàsering buang          air kecil.
Demikian Secangkir Aplikasi Konsep Fisika Pada Ilmu Kesehatan. Semoga bisa menjadi gambaran para pembaca yang budiman. Trimakasih

POSISI DORSAL RECUMBENT

POSISI DORSAL RECUMBENT

A. Posisi dorsal Recumbent
           Pada posisi ini, pasien ditempatkan pada posisi telentang dengan kedua lutut fleksi di atas tempat tidur.

B. Tujuan
       1. Perawatan daerah genetalia
       2. Pemeriksaan genetalia
       3. Posisi pada proses persalinan

C. Alat dan bahan
      1. Bantal
      2. Tempat tidur khusus
      3. Selimut

D. Prosedur kerja
     1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
     2. Cuci tangan
     3. Pasien dalam keadaan berbaring (telentang)
     4. Pakaian bawah dibuka
     5. Tekuk lutut dan direnggangkan
     6. Pasang selimut untuk menutupi area genetalia
     7. Cici tangan setelah prosedur dilakukan




Copyright © 2014 Dien Setyadi